10 Tips Menjadi Dropshipper Online Sukses (Part 1)

0
91
views
10-tips-menjadi-dropshipper-sukses-pinterjualanonline.com

10 Tips Menjadi Dropshipper Online Sukses (Part 1). Fenomena bisnis Dropshipping Online saat ini sudah semakin lumrah kita temui seiring dengan perkembangan marketplace-marketplace baru yang bermunculan. Padahal sebenernya nih, dropshipping itu konsep lama lho, cuman kita lebih mengenalnya dengan istilah Broker atau Makelar.

Alur konsep dari dropshipping online sendiri cukup mudah untuk dipahami, Pertama, teman-teman sebagai dropship berperan sebagai perantara supplier kepada para konsumen dalam mendapatkan produk yang mereka inginkan, melalui media marketplace, media sosial, aplikasi chatting maupun website toko online yang kalian bangun sendiri. Supaya lebih mudah, teman-teman bisa lihat ilustrasi dibawah ini:

10-tips-menjadi-dropshipper-sukses-pinterjualanonline.com-dek_apiz
Ilustrasi Skema Dropship Online

Apa Sih Keuntungan Menjadi Seorang Dropshipper Online?

  • Tanpa stok barang. Dropship itu berbeda dengan Reseller. Seorang reseller pasti harus menyetok produk dulu sebelum dipasarkan, sementara dengan menjadi seorang dropshipper, produk yang kamu jual gak harus kamu “pegang” terlebih dahulu.
  • Praktis. Dropship ini bisa kamu dilakukan dimana saja, selama kamu terhubung dengan internet
  • Jangkauan produk luas. bisa sampai ke pelosok daerah, tentunya yang sudah terjangkau oleh internet
  • Minim Biaya Operasional. Biaya yang kamu keluarkan biasanya hanya mencakup biaya internet dan transportasi (jika produk diambil sendiri)

Namun, dibalik segala kelebihannya, menjadi dropshipper juga terdapat beberapa kelemahan.

Apa Sih Kelemahan Menjadi Seorang Dropshipper Online?

  • Profit kecil. Profit yang bisa diambil oleh seorang dropshipper biasanya kecil. Memang sebagai dropshipper, kamu bebas menentukan margin keuntungan produkmu berapa saja. Tapi, faktor persaingan disini tentunya juga harus jadi pertimbangan kamu dalam menentukan harga jual, dikarenakan produk yang kamu jual tentunya juga dijajakan oleh dropshipper yg lainnya. Selain itu, menetapkan margin keuntungan yang terlalu tinggi dapat merusak kepercayaan calon konsumen kamu. Dropshipper biasanya tidak akan menetapkan harga yang jauh dari harga yang sudah ditetapkan oleh supplier.
  • Info stok barang kurang update. Data mengenai barang tentu saja paling lengkap ada di supplier, terkadang kita lambat mengetahui update stok barang terbaru.
  • Tidak melihat langsung barang yang dijual. Menurut saya, ini adalah kelemahan utama ketika teman-teman memutuskan untuk menjadi seorang dropshiper, yaitu kita tidak bisa melihat langsung barang yang dijual. Selain itu, terkadang informasi produk yang ditawarkan oleh si supplier tidak terlalu jelas, sehingga terkadang kita pun masih harus berupaya untuk melakukan riset mandiri terkait produk yang ingin kita tawarkan.
  • Resiko mendapat komplain dari kustomer. Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, keambiguan info produk kamu ini suatu saat bisa menjadi bumerang tersendiri ketika kamu memutuskan untuk memulai menjadi dropshipper hanya demi mengejar keuntungan semata tanpa melakukan riset produk yang ingin kamu jual terlebih dahulu.

Maka dari itu, melakukan riset kecil terkait supplier serta produk yang ingin kamu tawarkan menjadi poin penting yang harus kamu lakukan sebelum kamu memutuskan untuk terjun sebagai dropshipper online dan membuka toko online pertama kamu di marketplace maupun di platform lainnya. Yuuk, langsung aja kita bahas 10 tips untuk bisa sukses menjadi dropshipper online yang bisa kamu terapkan segera di usaha online kamu.

1. Mindset 

10-tips-menjadi-dropshipper-online-sukses-pinterjualanonline.com

Mindset merupakan hal yang sangat penting sebagai PONDASI AWAL teman-teman dalam memutuskan untuk terjun ke dunia dropshipping online.

Here’s why ..

Saat ini, ada lebih dari 500.000 orang pedagang (supplier, reseller, dropshipper) yang mencoba peruntungannya di dunia jual-beli online. MIndset yang tepat akan membantu kamu untuk tetap bisa survive dalam menghadapi kompetisi. Membangun pondasi bisnis online berarti kamu harus mendedikasikan waktu serta komitmen kamu secara lebih, karena disini gak ada yang namanya gajian rutin bulanan, seperti halnya seorang karyawan di suatu perusahaan.

“Hasil yang kamu dapatkan, akan sebanding dengan usaha yang kamu lakukan” 

Pada tahap awal menjadi seorang dropshipper online, teman-teman akan menghabiskan banyak waktu lebih banyak didalam meriset suatu produk, mencari supplier, membangun kanal promosi, mempelajari dan menghasilkan copywriting deksripsi yang baik, memantau traksi dari produk, dan lain-lain, yang mana pada awalnya kalian akan merasakan suatu tekanan yang besar untuk berhenti melakukan semua ini, entah itu karena produknya belum laku, persaingan yang terlalu berat, dan sebagainya.

10-tips-menjadi-dropshipper-online-sukses-pinterjualanonline.com

“Ibarat marathon, membangun pondasi bisnis bukan tentang siapa yang lebih cepat sampai, namun siapa yang bisa bertahan lebih lama”

2. Buyer Persona

cara-membuat-buyer-persona-pinterjualanonline.com

Buyer Persona itu gampangnya adalah target market yang ingin kalian tuju untuk produk kalian.

“..Loh,,, bukannya produk lebih penting ya?”

Gini, lebih enakan kita tau mau jual produknya kemana, daripada kita punya list produk banyak, tapi gak mau jualnya ke siapa. Bisa dipahami kan? ^_^

Nah, untuk membuat buyer persona sendiri cukup gampang. Saya pribadi tidak menggunakan patokan-patokan yang kompleks, seperti informasi-informasi cara membuat buyer persona yang banyak beredar di internet. Saya pribadi menggunakan patokan yang sesuai dengan target pengguna produk saya. Sebagai contoh, saya akan menggunakan niche produk jualan saya yaitu sepatu.

contoh-buyer-persona-pinterjualanonline.com

Dari contoh dasar buyer persona diatas teman-teman bisa mendapatkan beberapa info mengenai:

  • Demografis; Usia, Pendidikan, Lokasi, Status pekerjaan
  • Catatan Pribadi; Aktivitas, Ketertarikan, Karakter, Penggunaan Internet.

“…Terus, fungsinya apa…?”

Bagi saya, buyer persona ini untuk membantu dalam menentukan kepada siapa produk saya ini bisa layak untuk dipasarkan, penentuan copywriting dalam deskripsi produk yang saya jual, penentuan margin keuntungan serta pembentukan karakter dalam merespon calon pelanggan.  

Contoh Kasus
Ketika saya menawarkan produk kepada jenis buyer yang memiliki karakter yang sama dengan “Niken Savitri”, maka jenis promosi yang akan saya garisbawahi adalah: produk original, garansi, produk bermerk, tahan lama/ awet, respon cepat (gak perlu SKSD berlebihan), diskon <15%, margin keuntungan 20-40%. Bisa dipahami kan gambarannya?

Nah, targeting ini bisa berbeda lagi penerapannya jika saya menggunakan buyer persona untuk kategori produk yang lainnya, misalnya orang-orang yang tinggal di daerah kabupaten diluar target kota besar, orang-orang yang memiliki kecendrungan tech-savy atau gadget minded, dan sebagainya. Intinya, sebelum memutuskan untuk menjual suatu produk, ada baiknya teman-teman mengenali dulu karakter dari pengguna produk-produk tersebut.

3. Menentukan Produk yang Akan Dijual

10-tips-menjadi-dropshipper-online-sukses-pinterjualanonline.com

Nah, proses yang satu ini bakalan jadi lebih gampang, kalau teman-teman tadinya sudah menentukan buyer persona terlebih dahulu, dibandingkan jika kalian menentukan produk yang ingin dijual di awal (seperti yang kebanyakan dropshipper online lain lakukan), malah pada akhirnya menjadi bingung sendiri karena terlalu banyak pilihan produk yang kepengen dijajal semua. Seller keren selalu bertindak efektif  ^_^

Tips Dalam Menentukan Produk yang Ingin Kalian Jual

  • Fokus Pada 1 Jenis Sub-Kategori. Anggap kalian mempunyai passion di bidang fashion. Untuk skala awal, lebih baik teman-teman bermain spesifik pada salah satu jenisnya, jangan semua lini fashion digarap dulu. Misalnya, saya berminat pada kategori sepatu, nah untuk saat ini saya hanya terfokus pada jenis sepatu sepatu sneakers original dan kasual . Kenapa? ya karena setiap jenis sepatu memiliki pasar yang berbeda-beda. Ada kuenya masing-masing untuk nantinya dioptimasi lagi. Selain itu, dengan fokus pada 1 kategori akan dapat meningkatkan brand awareness dari toko online teman-teman juga
  • Cari Jenis Produk yang Selalu Ada Pembelinya (Sustainable). Fungsinya supaya teman-teman bisa tetap menjaga brand teman-teman semua. Jadi kalian gak dianggep sebagai penjual musiman. Jika ingin bermain berdagang secara online dalam jangka waktu yang lama, hindari produk-produk yang sifatnya musiman, seperti batu akik, tanaman yang sedang populer, dan sebagainya. Jika kalian ingin mencoba peruntungan di jenis ini, usahakan untuk bermain cepat dan sesuai momen agar dapat mengejar traksi, serta siapkan bujet awal untuk promosi agar dapat mengejar leads dari calon pembeli sebelum popularitasnya ngedrop.
  • Produk Awet (Durability). Saya pribadi menghindari menjual barang-barang yang berbentuk cair dengan wadah yang terbuat dari kaca (beling). Bagi saya, ini terlalu beresiko. Pada tahun 2015, saya mencoba merambah ke sektor herbal dan pada kasus saya, banyak produk yang rusak pada saat pengiriman (pecah, bocor,dll) padahal waktu itu, produk juga sudah dilapisi dengan bubble wrap berlapis. Komplain ke pihak pengiriman gak akan ada gunanya bro. Jadi, jika kalian (masih) belum siap untuk menerima komplain dari para pelanggan, ada baiknya hindari menjual produk-produk yang memiliki resiko besar saat ini diawal-awal kalian berjualan online, karena akan makan waktu dan biaya lebih banyak dari modal yang sudah kalian siapkan. Percaya deh sama saya … ^_^
  • Pilih Jenis Produk yang Simpel. Jenis produk seperti ini ada cukup banyak ya. Teman-teman bisa cek produk di sektor Food & Beverages, Fashion, maupun produk-produk yang memiliki tekstur padat lainnya.
  • Hindari Menjual Produk Palsu / Tiruan / Berbahaya / Ilegal. Teman-teman masih inget kan kalo sempet ada beberapa kasus yang bikin heboh dalam perdagangan online sampai jadi berita nasional? Lebih baik hindari produk-produk yang mengandung unsur pornografi maupun zat=zat berbahaya/ terlarang didalamnya. Daripada nanti malem-malem rumah kalian digedor sama aparat, karena dianggap ikut membantu penyebarluasan konten terlarang, malah berabe kan. Pilih produk-produk yang sudah jelas aja status hukumnya (BPOM, dan sebagainya). Lagian, tau gak sih kalau menjual produk palsu/ tiruan itu juga sama aja kita memakan hak dari yang berhak atas produk tersebut hanya demi keuntungan kita semata? Jika perdagangan online menjadi mata pencaharian teman-teman, mendingan hindari faktor ini deh

4. Mencari Supplier

10-tips-menjadi-dropshipper-online-sukses-pinterjualanonline.com

Sebagai seorang dropshipper online, langkah selanjutnya yang termasuk cukup krusial namun menyenangkan untuk dilakukan (bagi saya lho ya) adalah mencari supplier. Ada beberapa faktor yang bisa teman-teman jadikan patokan untuk mencari supplier yang tepat untuk produk di toko online kalian.

  • Fast Response. Sebagai dropshipper online, kita bertindak sebagai middleman antara pemilik produk (supplier) dengan peminat produk (konsumen), sehingga kita membutuhkan supplier yang cukup responsive dalam menananggapi pertanyaan-pertanyaan yang kita follow up dari calon pelanggan. Kalau link supplier kamu dalam membalas chat terkesan kurang ramah, ya jangan dimasukin hati. Bisa jadi dia juga harus menjawab banyak pertanyaan dari dropshipper yang lainnya.
  • Terpercaya. Bisa dilihat dari testimoni, proses pengiriman, total produk yang sudah terjual.
  • Lokasi sama dengan setting di toko online kita. Usahakan untuk mengatur toko online dropship teman-teman ke satu lokasi yang sama dengan supplier. Hal ini penting untuk menghindari selisih ongkos kirim ketika kalian melakukan request order pengiriman produk dari toko supplier ke lokasi alamat pelanggan.
  • Harga Kompetitif. Faktor ini sebenarnya bukan jadi patokan utama ketika kalian bermain di produk-produk yang eksklusif. Namun, jika produk yang kalian jajakan juga tersedia di sektor ritel umum, ada baiknya cari supplier yang mampu memberikan harga termurah. Beberapa supplier bahkan ada yang memberikan diskon tambahan bagi para dropshipper online, jangan ragu untuk menanyakan langsung kepada supplier kalian perihal ini. (Note: Perlu juga diingat, jika harga bukanlah segalanya, karena faktor value kalian dalam berjualan juga bisa membuat produk kalian laku kok)
  • Cari Alternatif Supplier dengan Produk Sejenis. Salah satu masalah yang sering dialami oleh teman-teman dropshipper online adalah pembatalan transaksi dikarenakan stok kosong. Maka dari itu, teman-teman harus punya “serep” supplier agar dapat mengatasi hal seperti ini. Balik lagi, soal ini bisa juga diakali dengan menanyakan terlebih dahulu stok produk kepada si supplier, sebelum kalian melakukan order untuk pelanggan kalian. 
  • Support Reseller dan Dropshipper. Hindari supplier yang nakal dengan cara membaca review yang ada di akun mereka. Terkadang ada saja supplier nakal yang menyisipkan informasi toko mereka, entah dalam bentuk kartu nama ataupun yang lainnya, kedalam produk yang dikirim ke pelanggan kamu. Tapi jangan khawatir, karena di marketplace pun masih banyak kok supplier yang sangat mendukung usaha kita.
  • Produknya berkualitas. Hal ini penting untuk menjaga brand image dari teman-teman semua. Caranya, kalian cukup cek aja di deksripsi maupun catatan dari toko supplier tersebut mengenai kualitas produk yang ditawarkan. Di beberapa marketplace, seperti Tokopedia, Shopee, terdapat opsi “Pengembalian Produk”, berarti toko online tersebut termasuk yang concern dalam menjaga nama baik tokonya.
Akan Datang: Cara Meriset Supplier di Marketplace

5. Menentukan Harga Jual

10-tips-menjadi-dropshipper-online-sukses-pinterjualanonline.com

Seperti yang sudah kita bahas pada poin sebelumnya, jika harga murah bukanlah penentu laku tidaknya sebuah produk, tapi faktor lainnya juga perlu teman-teman pertimbangkan seperti kualitas pelayanan. Bisa jadi harga kalian lebih murah dari toko sebelah, tapi kalau semisal responnya lambat, ditanya detail produk jawabannya gak jelas

 

atau malah marah-marah, ya siap-siap aja pembeli pada kabur deh … ^_^

Sumber: brilio.net

Itulah gunanya kenapa teman-teman harus memiliki konsep buyer persona yang jelas.

Dalam menentukan harga jual ini, upayakan agar harga bisa diantara harga jual pasaran yang ada. Mengenai margin, hendaknya disesuaikan dengan kategori produk tersebut juga. Misalnya, jika kalian menjual perlengkapan bayi (popok, susu, dan sebagainya), margin 5%-15% cukup ideal, karena yang kalian kejar disini adalah pembelian kontinyu. Sementara untuk produk lain yang sifatnya pembelian momentum (tas, perlengkapan olah raga, dan sebagainya) yang mana produk-produk ini rotasi pembeliannya tentunya tidak sesering produk konsumsi harian, kalian bisa mematok margin yang lebih besar. Namun prosentase yang saya berikan ini bukanlah harga mati, karena kalian masih bisa meningkatkan margin keuntungan kalian dengan banyak cara, salah satunya dengan pemberian bonus pembelian,

 

Bersambung ke bagian kedua (upcoming) ….

Ada Saran?